HUMBANG HASUNDUTAN – Upaya pemulihan sektor pendidikan di Kabupaten Humbang Hasundutan terus mendapat perhatian pemerintah. Sekolah-sekolah yang terdampak bencana menjadi salah satu fokus penanganan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan baik.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebelumnya melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah satuan pendidikan terdampak bencana di Humbang Hasundutan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi sekolah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan dalam proses pemulihan.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, menjadi bagian dari peninjauan tersebut. Pemerintah pusat menegaskan bahwa keberlangsungan layanan pendidikan harus tetap dijaga meskipun satuan pendidikan menghadapi kondisi pascabencana.
Dalam proses pemantauan, ditemukan sejumlah fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan. Bahkan, terdapat kondisi sekolah tertentu yang secara teknis membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan relokasi apabila lokasi bangunan tidak lagi memungkinkan untuk digunakan.
Selain melakukan pendataan kerusakan, pemerintah juga mendorong adanya langkah pemulihan sarana pembelajaran. Bantuan awal yang disiapkan mencakup pembersihan lingkungan sekolah, buku serta berbagai peralatan belajar yang dibutuhkan peserta didik dan tenaga pendidik.
Pembelajaran Tetap Harus Berjalan
Pemulihan pendidikan tidak hanya menyangkut bangunan fisik sekolah. Kondisi psikologis siswa juga menjadi perhatian setelah mereka mengalami situasi bencana.
Kemendikdasmen mendorong sekolah agar proses pembelajaran dapat kembali dilakukan dengan pendekatan yang menyesuaikan kondisi peserta didik. Kegiatan belajar dapat dikombinasikan dengan permainan, kegiatan yang menyenangkan serta pendampingan psikososial agar siswa secara bertahap kembali merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah.
Hal tersebut menjadi penting karena keberadaan sekolah bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya kegiatan akademik, tetapi juga ruang bagi anak untuk kembali membangun rutinitas setelah menghadapi kondisi darurat.
Dinas Pendidikan Diharapkan Terus Mengawal
Dalam pemulihan sekolah terdampak bencana, koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan Dinas Pendidikan menjadi bagian penting.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan juga tercatat terlibat dalam koordinasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Sumatera Utara. Program tersebut diarahkan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah terdampak bencana sekaligus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan pemetaan kebutuhan sekolah yang lebih akurat, mulai dari kondisi bangunan, fasilitas pembelajaran hingga kebutuhan peserta didik dan guru.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus melakukan pendampingan terhadap sekolah yang terdampak agar proses pemulihan tidak berhenti pada perbaikan fisik, tetapi benar-benar mengembalikan kualitas layanan pendidikan.
Menjamin Hak Siswa untuk Belajar
Pemulihan sekolah terdampak bencana menjadi pekerjaan penting bagi pemerintah karena menyangkut hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Dengan adanya dukungan pemerintah pusat dan daerah, diharapkan sekolah-sekolah terdampak di Humbang Hasundutan dapat kembali berfungsi secara bertahap. Selain pembangunan dan perbaikan fasilitas, keberlanjutan pembelajaran serta pemulihan kondisi psikologis siswa perlu menjadi bagian dari perhatian.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat dalam memastikan anak-anak Humbang Hasundutan tetap mendapatkan layanan pendidikan meski menghadapi dampak bencana.




